Penyakit Was-was dalam Bersuci & Sholat

Juni 4th, 2011 by okta

Penyakit was-was dalam bersuci (wudhu) & sholat cukup menyiksa saya. Terkadang saya mengulangi wudhu & sholat saya karena keragu-raguan. Saya pernah mendengar kajian tentang penyakit ini di radio. Dan Alhamdulillah, serangan penyakit was-was ini pun reda. Tapi setelah beberapa waktu berlalu, penyakit ini kembali lagi T__T

Setelah browsing sana-sini, berikut beberapa artikel yang semoga dapat membantu saya sembuh:

Posting Penyelamat

Februari 15th, 2011 by okta

Karena pihak blogdetik akan menghapus blog-blog yang tidak aktif, maka saya perlu membuat posting penyelamat ini agar blog saya tidak dihapus ^^;; Kedepannya semoga saya bisa lebih aktif menulis ^^

Wanita Pemintal Benang

September 24th, 2010 by okta

Kemarin kajian tafsir rutin setiap hari Kamis di Masjid Baitul Hakim dengan Ustadz Amir Faishol Fath dimulai kembali setelah vakum cukup lama karena kondisi kesehatan ustadz yang kurang baik. Kajian tersebut cukup sebentar karena ustadz datang terlambat disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta sore itu.

Beberapa poin dari kajian tersebut pernah saya dengar, tapi tidak mengapa. Ilmu akan semakin mantap jika kita ulang terus-menerus. Sampailah pada pesan ustadz yang menyampaikan agar janganlah kita menjadi seperti wanita pemintal benang yang disebutkan di Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 92 :

(وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ أَنْ تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ إِنَّمَا يَبْلُوكُمْ اللَّهُ بِهِ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ) النحل:92.

”Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dangan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat kan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. An-Nahl: 92)

Pada awal pesan, diceritakan ada seorang wanita yang tinggal di dekat ka’bah. Wanita tersebut tiap hari memintal benang. Saat benangnya habis, dia berpikir tidak akan ada lagi kegiatan yang bisa dilakukannya. Akhirnya dia mengurai kembali benang tersebut dan kemudian memintalnya lagi. Begitu terus berulang-ulang. Pikir saya, kurang kerjaan banget wanita itu.

Allah SWT mengabadikan perilaku wanita tersebut di dalam Al-Qur’an. Karena Allah tahu, begitu banyak manusia yang berperilaku seperti wanita itu. Ketika ustadz mengatakan bahwa sekarang pun milyaran manusia melakukannya, saya merasa yakin, saya bukan termasuk golongan itu. Masa’ saya kurang kerjaan banget. Kerjaan sekarang aja udah banyak sampai-sampai kurang waktu, begitu pikir saya. Tapi setelah mendengar penjelasan ayat tersebut, ternyata saya pun termasuk dalam golongan tersebut. Sedihnya.

Ustadz menganalogikan kegiatan memintal dan mengurai kembali benang tersebut dengan kegiatan manusia dalam mencari uang. Setiap hari kita bekerja keras dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore  demi mendapatkan uang dan harta.  Bahkan bisa lebih lama kalau lembur. Kita tekun sekali bekerja, sama seperti ketekunan wanita tersebut memintal benang. Tapi setelah kita mendapatkan uang & harta tersebut, sesegera mungkin kita habiskan untuk kepentingan dunia. Kita belanjakan uang tersebut untuk makan-makan, jalan-jalan ke luar negeri, hobi, investasi, dsb. Betapa sedikit uang yang kita zakatkan untuk kepentingan akhirat, untuk bekal kita di alam yang kekal selamanya. Persis seperti wanita yang mengurai kembali benang yang telah dia pintal.

Analogi lain yang dicontohkan yaitu tekad kuat kita saat bulan Ramadhan. Betapa kuatnya niat kita untuk ikut tarawih di masjid sampai-sampai jama’ah meluber ke luar, bangun tengah malam untuk tahajjud, membaca Al-Qur’an dengan target minimal 1 juz setiap hari agar bisa khotam sebelum Syawal, berlomba-lomba bersedekah dan berzakat, memberi makan orang yang berpuasa, dan masih banyak lagi ibadah-ibadah yang lain. Setelah Ramadhan berakhir, bisa kita saksikan berapa shaf yang tersisa di masjid. Kita tidak lagi bangun di tengah malam untuk tahajjud karena kantuk yang terasa berat. Qur’an pun hanya dibaca sedikit. Sedekah hanya beberapa ribu, itupun jika ingat.

Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua. Janganlah kita menjadi seperti wanita pemintal benang untuk kemudian menguraikannya kembali.

Penggunaan Angciu dalam Masakan

Juli 14th, 2010 by okta

Tadi siang saya makan Nasi Siram yang dibeli dari kios Chinese food di belakang kantor. Berdasarkan pengalaman membeli sebelumnya, penjualnya bilang kalau mereka memang tidak pakai angciu karena banyak yang tidak mau. Jadi kali ini saya tidak memesan khusus. Waktu memasak, saya melihat penjualnya memasukkan saus berwarna kecoklatan. Waktu saya perhatikan, yang terbaca adalah Saus Sari Tapai. Karena ketidaktahuan saya, saya anggap itu halal karena tapai termasuk makanan yang halal. Tapi sembari makan, karena penasaran saya sempatkan untuk mencari tahu di Google. Ternyata Saus Sari Tapai itu adalah nama lain dari Angciu T___T
Menyesaaallll T__T Gimana ya kalau sudah terlanjur makan? Hikss…

Berikut link-link terkait dengan keharaman Angciu yang saya temukan:

Kenapa ya negara ini tidak bisa menjamin hak warganya untuk mendapatkan makanan yang halal? Padahal sebagai negara mayoritas muslim, hal itu sudah merupakan keharusan.  Ada yang tahu ke mana kita harus menyampaikan concern ini?

Fiqih tentang Haid

Juli 29th, 2009 by okta

Berdasarkan pengalaman saya, cukup sulit mencari sumber tulisan tentang fiqih haid. Saya sering mengalami haid yang tidak teratur, karena itu saya kesulitan dalam menentukan kapan masa haid itu berakhir (masa suci). Berikut sumber-sumber yang berhasil saya temukan di internet, semoga bermanfaat :)

Rujukan fiqih haid :

Di link kedua di atas, ada ebook 40 halaman tentang fiqih haid karangan Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al’ Utsaimin.

Jika pembaca menemukan sumber rujukan lain yang berguna, silahkan ditambahkan di komentar di bawah :)